Kini saya kuliah di Jogja di Universitas Gadjah Mada (bukan Universitas Gedhe Mbayare lho!!). Sebuah komitmen untuk tetap belajar agama Islam yaitu dengan masuk ke pondok. Pondok Pesantren Budi Mulia lah tujuannya, dibawahi Yayasan Shalahuddin atau tokohnya Pak Amien Rais saya berlatih hidup mandiri dan nyantrik kepada orang yang sudah jadi tokoh. Hidup di Jogja bukan bicara tentang enak atau tidak enak, karena kami sedang berjuang maka saya menyebutnya ini dengan ikhtiar. Masuk di PP Budi Mulia adalah awal mula akses bertemu dengan tokoh-tokoh besar dengan mudah. Nah di sini lah awal mula petualangan saya menuntut ilmu bersama keterbatasan.
Izinkan saya ingin berbagi pengalaman bagaimana mudik tahun ini..
Mudik = Perbaikan Gizi
Sekali lagi kalau ada yang bilang kuliah di Jogja, UGM, atau nama lainnya yang terkenal itu enak, itu tidak sepenuhnya benar. Sekali lagi kami di sini sedang berjuang meraih sukses dan saya menyebutnya ikhtiar. Pondok hanya menyediakan tempat tinggal dan bimbingan terhadap kemandirian santri (mahasiswa), urusan makanan itu urusan tiap santri masing-masing. Di sini kalau makan ya seadanya, kalau mau makan enak ya mahal dan bisa-bisa anggaran habis hanya untuk urusan makan. Seperti biasa kami makan lalapan tempe, nasi tante (tanpa telor), nastel (nasi telor), nassar (nasi sarden), pokoknya nggak jauh dari yg namanya BurJo (Bubur Kacang Ijo) lah.. Setiap hari ya menunya begitu-begitu saja..
Jadilah momen mudik tahun ini sebagai momen perbaikan gizi khusus seorang Rifqi. Jadilah meja makan di rumah simbah sebagai lahan penyuplai gizi utama, hahaha :D
Mudik = Menjaga Silaturahim
Sebenarnya masih sama seperti mudik-mudik sebelumnya. Mudik adalah sarana agar kita tetap menjalin silaturahim dengan keluarga besar. Minimal ialah bertatap muka walaupun sesekali hanya untuk saling mengenal. Bahkan bisa saja itu menambah kenalan, mungkin karena ada keluarga yang sama sekali belum pernah bertemu. Banyak sekali manfaat ketika kita bertemu dan bertukar pikiran dengan banyak orang. Itu akan membuka wawasan kita mengenai dunia setiap orang.
Ada hadis Rasul barang siapa yang menjaga silaturahim maka akan dipanjangkan umurnya. Sebenarnya itu sudah ada penjelasan ilmiahnya, saya pernah mendengar penelitian ternyata orang yang frekuensinya lebih sering bertatap muka dan berbincang dengan banyak orang maka aktivitas otaknya akan tinggi dan itu artinya bisa menambah umur karena tubuh masih bisa berfungsi dengan baik. Begitulah teorinya wa Allahu a'lamu, hanyalah Allah yang Maha Tahu.
Mudik = Tebalnya dompet
Temen-temen sudah pada sama tahu lah maksudnya. Tahun ini merupakan tahun awal saya kuliah, dan keluarga besar tahu itu. Meskipun sudah gede tetap saja tahun ini bisa dibilang hasil terbanyak. Hhe kayak apaan aja..
Rencananya rezeki titipan Allah itu akan saya *******kan kepada yang berhak menerimanya. Kemudian saya tabung untuk membeli memory laptop. Semoga titipan itu membawa berkah lah..
Mudik = maen The Sims™ 3
Maksudnya? Ya kemarin sempat saling bertukar info sekaligus game sama saudara sepupu. Jadi sekarang malah suka di depan laptop main The Sims™ 3.
Rencana ke depan, game hanya dimainkan hari Sabtu dan Minggu karena saat itulah kuliah libur. Saya tidak ingin game mengacaukan kuliah. Semester awal ini harus terus semangat dan meraih IP tinggi sekaligus aktif berorganisasi dan aktif di Gelanggang Mahasiswa (UKM).
Mudik = SMSn dengan ehm ehm ... ^^
Ya begitulah makin lama makin sip aja.. Silaturahim dan ukhuwah harus selalu dijaga dengan smsn. Kan sekarang tarif sms makin murah.. bukannya iklan nih tapi saya pake paket 5000 sms AXIS dg harga Rp30.000 ini saya gunakan untuk smsn. Kemudian saya juga menggunakan IM3 2000 sms sekaligus untuk internetan gratis menggunakan Opera Mini Modif. Makin mudah saja menjaga hubungan dengan orang di sekeliling kita dengan akses teknologi informasi.
Mudik = Meneladani dan Mengambil Contoh dari Keluarga yang Sukses
Mulai saat ini saya sudah mengubah mind-set agar menjadi pemimpin yang mengatur pekerja bukan menjadi pekerja seumur hidup. Itu artinya saya ingin terjun ke dunia bisnis yang sangat menjanjikan. Meskipun belum melakukan langkah real, setidaknya pemikiran semacam itu sudah saya tanamkan sejak dini. Visi ke depan ini saya peroleh dari Pak Puh saya yang telah sukses menjadi seorang pengusaha di 7 perusahaan percetakan besar di Indonesia. Apalagi saya sekarang di kelilingi orang-orang besar sejak menginjakkan kaki di Jogja. Pokoknya kuliah di Jogja benar-benar membuka diri saya untuk segera berubah menjadi lebih baik.
Mudik = Foto-foto dengan Bulik yang dari Jepang
Sebenarnya bukan itu tujuannnya, tapi akhirnya teman diskusi lewat YM kini bisa saling bertemu dan bisa lebih banyak bertukar pikiran tentang bagaimana Jepang. Nah kemarin sempat pergi ke pantai masih di daerah Rembang sekalian untuk mengabadikan melalui foto. Tak kalah juga bokap rupanya narsis juga mau fotonya nanti di-upload ke Facebook, ckckck..
Mudik = Berkumpul dengan Keluarga
Itu adalah tujuan pasti. Di sini lah saya dibesarkan maka saya harus mengenang dan menghormatinya. Sungkem kepada kedua orang tua dan keluarga yang dituakan lainnya. Memohon restu atas segala rencana kita ke depan demi kesuksesan. Dengan bertemu keluarga saya bisa bercerita banyak hal mengenai Jogja, UGM, pondok, pergaulan, pemikiran Islam, ideologi, dan lain-lain. Dan akhirnya nanti pulang harus membawa sangu buku Nurcholish Madjid tentang Islam dan Peradaban.
Pastinya mudik tahun ini lebih berharga dari mudik-mudik biasanya..
Terima kasih Abah-Ibu.. ^^
tag: mudik, lebaran, idul, fitri, 1430 H, 2009 M, rembang, surabaya, gresik, sidoarjo, babat, lamongan, simbah, abah, ibu, pakpuh, bupuh, paklik, bulik, perantau, ugm, jogja, travel, september, pengalaman, experience, kuliah, teknik fisika, pondok, budi mulia, amien rais, islam, muhammadiyah, NU, nahdlatul ulama, pks, ideologi, kapitalisme, pir, 27, xxvii, kolonialisme, liberalisme, neokapitalisme, neoliberalisme, amerika, barat, & sejarah
Baca selengkapnya "Makna Mudik bagi Seorang (yang baru jadi) Perantau"...